SISWA YANG PRAKTEK KERJA INDUSTRI
BERJUMLAH 31 ORANG DARI PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI & ADM.PERKANTORAN
PELAKSANAAN PSG DIMULAI PADA BULAN JULI s/d OKTOBER 2010
(2 KELOMPOK)
SMK N 49 JAKARTA Jl.SARANG BANGO MARUNDA CILINCING JAKARTA UTARA.TLP/FAX.021.44851079. JAPRI. Mr.KUSAI. 081314960766
Sabtu, 26 Juni 2010
Selasa, 08 Juni 2010
MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Oleh: Amir Hamzah
Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang
Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan
SDM yang akan menopang gerak pembangunan. Dalam era reformasi yang
diikuti oleh pemberlakun otonomi daearah berdasarkanUndang-Undang no.2
tahun 1999 serta Undang-undang nomor 25 tentang perimbangan keuangan
pusat dan daerah memiliki dampak logis pada kewenangan daerah yang
semakin otonom, termasuk di dalamnya menyangkut bidang pendidikan.
Pendidikan yang sebelumnya dikelola oleh pusat (sentralisasi)
dikembalikan kepada daerah. Dengan kebijakan ekonomi makronya,
memberikan imbas terhadap otonomi sekolah sebagai sub sistem pendidikan-
nasional mengharuskan pemerintah melakukan rekontruksi kebijakan dalam
upayamengontrol peningkatan mutu, efisiensi dan relefansi pendidikan serta
pemerataan pelayanan pendidikan, upaya-upaya tersebut tercermin dalam
tindakan berikut:
1. Upaya peningkatan mutu dilakukan dengan menetapkan tujuan dan
standar pendidikan, yaitu melalui konsensus nasional. Standar kompetensi
yang memungkinkan adanya perbedaan antar daerah akan menghasilkan
standar kompetensi nasional dalam tingkatan standar minimal, normal
dan unggulan.
2. Peningkatan efisiensi pengelolan pendidikan mengarah pada pengelolaan pendidikan berbasis sekolah dengan memberi kepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.
3. Peningkatan relevansi pendidikan mengarah pada pendidikan bebasis
masyarakat serta orang tua dalam level kebijakan dan level operasional
melalui komete (dewan) sekolah.
4. Pemerataan pelayanan pendidikan mengarah pada pendidikan yang
berkeadilan berkenaan dengan pengelolaan biaya pendidikan yang adil
dan transparan
PENGERTIAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen Berbasis Sekolah adalah suatu sistem pengelolaan
pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur dan
melaksanakan kebijakan secara luas yang bertujuan meningkatkan efisiensi ,
mutu dan pemerataan pendidikan, partisispasi masyarakat dan penyederhanaan
birokrasi.
KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen pendidikan adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan
pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dida
lam pelaksanaan manajemen sekolah diterjemahkan dalam empat fungsi
pokok, yaitu :
1. Perencanaan; merupakan proses yang sistematis dalam pengambilan
keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan
datang.
2. Pelaksanaan; merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi
tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
3. Pengawasan; upaya untuk mengamati secara sistematis dan
berkesinambungan, merekam, memberi petunjuk, penjelasan, pembinaan
dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat dan memperbaiki kesalahan.
4. Pembiayaan; merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesional
semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya.
KARAKTERISTIK
MBS ditawarkan sebagi bentuk operasional desentralisasi pendidikan
yang diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu dan efisiensi
kinerja sekolah. Kerakteristik MBS bisa diketahui dari bagaimana sekolah dapat
mengoptimalkan kinerja organisasi sekolah, proses belajar mengajar,
pengelolaan SDM, dan pengelolaan sumber daya administrasi
Kepemimpinan berkaitan dengan masalah kepala sekolah dalam
meningkatkan pertemuan secara efektif dengan guru dalam situasi yang
kondusif. Prilaku kepala sekolah harus mendorong kinerja guru dengan
menunjukkan sikap yang bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap
para guru. Terdapat banyak teori kepemimpinan dengan bermacam-macam pola
yang rumit akan tetapi pada giliranya terpulang kepada integritasmoral
pemimpin dalam menjalankan fungsi jabatan dan kepemimpinannya. Peru
ditegaskan bahwa sistem rekrutmen pemimpin yang tidak profesional
merupakan penyebab utama karakter pemimpin yang tidak profesional dan
arogan. Menarik untuk didiskusikan tentang beberapa teori motivasi yang
mendorong keinginan seseorang untuk berbuat sesuatu, antara lain:
Pasca Sarjana Universitas Negeri Malang
Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam meningkatkan
SDM yang akan menopang gerak pembangunan. Dalam era reformasi yang
diikuti oleh pemberlakun otonomi daearah berdasarkanUndang-Undang no.2
tahun 1999 serta Undang-undang nomor 25 tentang perimbangan keuangan
pusat dan daerah memiliki dampak logis pada kewenangan daerah yang
semakin otonom, termasuk di dalamnya menyangkut bidang pendidikan.
Pendidikan yang sebelumnya dikelola oleh pusat (sentralisasi)
dikembalikan kepada daerah. Dengan kebijakan ekonomi makronya,
memberikan imbas terhadap otonomi sekolah sebagai sub sistem pendidikan-
nasional mengharuskan pemerintah melakukan rekontruksi kebijakan dalam
upayamengontrol peningkatan mutu, efisiensi dan relefansi pendidikan serta
pemerataan pelayanan pendidikan, upaya-upaya tersebut tercermin dalam
tindakan berikut:
1. Upaya peningkatan mutu dilakukan dengan menetapkan tujuan dan
standar pendidikan, yaitu melalui konsensus nasional. Standar kompetensi
yang memungkinkan adanya perbedaan antar daerah akan menghasilkan
standar kompetensi nasional dalam tingkatan standar minimal, normal
dan unggulan.
2. Peningkatan efisiensi pengelolan pendidikan mengarah pada pengelolaan pendidikan berbasis sekolah dengan memberi kepercayaan yang lebih luas kepada sekolah untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada.
3. Peningkatan relevansi pendidikan mengarah pada pendidikan bebasis
masyarakat serta orang tua dalam level kebijakan dan level operasional
melalui komete (dewan) sekolah.
4. Pemerataan pelayanan pendidikan mengarah pada pendidikan yang
berkeadilan berkenaan dengan pengelolaan biaya pendidikan yang adil
dan transparan
PENGERTIAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen Berbasis Sekolah adalah suatu sistem pengelolaan
pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur dan
melaksanakan kebijakan secara luas yang bertujuan meningkatkan efisiensi ,
mutu dan pemerataan pendidikan, partisispasi masyarakat dan penyederhanaan
birokrasi.
KONSEP DASAR MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
Manajemen pendidikan adalah segala sesuatu yang berkenaan dengan
pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dida
lam pelaksanaan manajemen sekolah diterjemahkan dalam empat fungsi
pokok, yaitu :
1. Perencanaan; merupakan proses yang sistematis dalam pengambilan
keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan
datang.
2. Pelaksanaan; merupakan kegiatan untuk merealisasikan rencana menjadi
tindakan nyata dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
3. Pengawasan; upaya untuk mengamati secara sistematis dan
berkesinambungan, merekam, memberi petunjuk, penjelasan, pembinaan
dan meluruskan berbagai hal yang kurang tepat dan memperbaiki kesalahan.
4. Pembiayaan; merupakan rangkaian upaya pengendalian secara profesional
semua unsur organisasi agar berfungsi sebagaimana mestinya.
KARAKTERISTIK
MBS ditawarkan sebagi bentuk operasional desentralisasi pendidikan
yang diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan mutu dan efisiensi
kinerja sekolah. Kerakteristik MBS bisa diketahui dari bagaimana sekolah dapat
mengoptimalkan kinerja organisasi sekolah, proses belajar mengajar,
pengelolaan SDM, dan pengelolaan sumber daya administrasi
Kepemimpinan berkaitan dengan masalah kepala sekolah dalam
meningkatkan pertemuan secara efektif dengan guru dalam situasi yang
kondusif. Prilaku kepala sekolah harus mendorong kinerja guru dengan
menunjukkan sikap yang bersahabat, dekat dan penuh pertimbangan terhadap
para guru. Terdapat banyak teori kepemimpinan dengan bermacam-macam pola
yang rumit akan tetapi pada giliranya terpulang kepada integritasmoral
pemimpin dalam menjalankan fungsi jabatan dan kepemimpinannya. Peru
ditegaskan bahwa sistem rekrutmen pemimpin yang tidak profesional
merupakan penyebab utama karakter pemimpin yang tidak profesional dan
arogan. Menarik untuk didiskusikan tentang beberapa teori motivasi yang
mendorong keinginan seseorang untuk berbuat sesuatu, antara lain:
Sabtu, 15 Mei 2010
KEGIATAN LKS SMK SE INDONESI
PRJ (Pekan Raya Jakarta) hari jumat sampai dengan hari minggu 14 s.d 16 mei 2010 dibanjiri komunitas pendidikan mulai dari siswa , guru dan masyarakat.Ramai itu adalah ramai anaka bangsa tengah bertanding adu karya /kompetensi mulai dari bidang Teknologi,pariwisata dan manajemen bisnis dalam ajang LKS (Lomba Kompetensi Siswa) SMK Tingkat Nasional.
Diacar itu kami tercengang memperhatikan karya-karya siswa SMK, ada yang mampu merekayasa mesin /otomotif,merekayasa perawatan wajah dan sebagainya ,pokok sangat menakjubkan.
Diacar itu kami tercengang memperhatikan karya-karya siswa SMK, ada yang mampu merekayasa mesin /otomotif,merekayasa perawatan wajah dan sebagainya ,pokok sangat menakjubkan.
Rabu, 03 Maret 2010
SISWA SMKN 49 PRAKTEK KERJA INDUSTRI DI INDOMOBIL GROUP
Praktek Kerja Industri pada siswa SMKN 49 secara khusus siswa diharapkan memperoleh pengalaman yang mencakup tinjauan tentang perusahaan, dan kegiatan-kegiatan praktek yang berhubungan langsung dengan teknologi. Dan mempersiapkan para siswa/siswi untuk belajar bekerja secara mandiri, bekerja dalam suatu tim dan mengembangkan potensi dan keahlian sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah merupakan suatu system pemelajaran yang dilakukan diluar Proses Belajar Mengajar dan dilaksanakan pada perusahaan/industri atau instansi yang relevan. Secara umum pelaksanaan program Praktek Kerja Industri ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dibidang bisnis dan manajemen, penyesuaian diri dengan situasi yang sebenarnya, mengumpulkan informasi dan menulis laporan yang berkaitan ,Setelah siswa melaksanakan program Praktek Kerja industri.
Tempat yang dipergunakan untuk pelaksaan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) adalah Di Perusahaan Mitra pasangan seperti INDOMOBIL GROUP(PT.INDOTRUCK UTAMA.JL.CAKUNG CILINCING KAV 3A JAKARTA UTARA) Adapun waktu untuk melaksanakan Praktik kerja industri (PRAKERIN) adalah mulai dari tanggal 02 Maret s/d 30 MEI 2010.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah merupakan suatu system pemelajaran yang dilakukan diluar Proses Belajar Mengajar dan dilaksanakan pada perusahaan/industri atau instansi yang relevan. Secara umum pelaksanaan program Praktek Kerja Industri ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dibidang bisnis dan manajemen, penyesuaian diri dengan situasi yang sebenarnya, mengumpulkan informasi dan menulis laporan yang berkaitan ,Setelah siswa melaksanakan program Praktek Kerja industri.
Tempat yang dipergunakan untuk pelaksaan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) adalah Di Perusahaan Mitra pasangan seperti INDOMOBIL GROUP(PT.INDOTRUCK UTAMA.JL.CAKUNG CILINCING KAV 3A JAKARTA UTARA) Adapun waktu untuk melaksanakan Praktik kerja industri (PRAKERIN) adalah mulai dari tanggal 02 Maret s/d 30 MEI 2010.
Kamis, 18 Februari 2010
PERESMIAN SALON49 JAKARTA
bAPAK kEPALA SMKN 49 JAKARTA kamis 18 februari 2010 meresmikan salon 49 jakarta.
salon 49 jakarta sbg wujud nyata perhatian Kepala msekolah pada masa depan tamatan.
khususnya tamatan yang memilih berwirausaha/usaha rumahan.
salon 49 jakarta sbg wujud nyata perhatian Kepala msekolah pada masa depan tamatan.
khususnya tamatan yang memilih berwirausaha/usaha rumahan.
SMKN49 SIAP HADAPI GLOBALISASI DGN MENERAPKAN ISO 9001: 2008
SMKN 49 jAKARTA PADA HARI SABTU 13 FEBRUARI 2010 MENYELENGGARAKAN PEMBINAAN MANAJEMEN DAN SOSIALISASI MENUJU ISO 9001 ; 2008 ARTINYA SMKN 49 SIAP MENUJU RSBI DI TAHUN 2010.
PEMBEKALAN PRAKERIN DAN TAMATAN
SMKN 49 Jakarta melalui Wakasek Hubungan Industri bersama BC & BKK serta Para Ketua Program studi melakukan kegiatan Pembekalan PRAKERIN pada Pesrta didik kelas XI pada tanggal 13 juli s.d 16 juli 2010 dan sebelumnya Pelatihan wawancara taktis dan smart untuk kelas XII yang baru tamat. pada bulan Februari 2010.
Seperti biasanya kegiatan pembekalan selalu dilakukan oleh pihak sekolah baik untuk kelas XI (pembekalan Prakerin,mulai dilaksanakan akhir bulan juni s.d masa MOS peserta didik baru(bulan Agustus) :pakerin dilaksanakan pada bulan juli,agustus,september november,maret dan april) sedangkan untuk kelas XII pembekalan dilakukan setelah mmereka mengikuti ujian nasional sesbelum pihak perusahaan datang ke sekolah.
Seperti biasanya kegiatan pembekalan selalu dilakukan oleh pihak sekolah baik untuk kelas XI (pembekalan Prakerin,mulai dilaksanakan akhir bulan juni s.d masa MOS peserta didik baru(bulan Agustus) :pakerin dilaksanakan pada bulan juli,agustus,september november,maret dan april) sedangkan untuk kelas XII pembekalan dilakukan setelah mmereka mengikuti ujian nasional sesbelum pihak perusahaan datang ke sekolah.
Langganan:
Postingan (Atom)